Kategori
guru pembiasaaan Siswa

Keputrian MAN 5 Tasikmalaya, Ruang Belajar Fikih, Akhlak, dan Akidah

Tasikmalaya — MAN 5 Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Keputrian sebagai salah satu wadah pembinaan keagamaan bagi siswi. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para siswi untuk memperdalam pemahaman keislaman sekaligus membangun karakter dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, materi yang disampaikan meliputi fikih, akhlak, dan akidah. Pembahasan dikemas secara komunikatif agar siswi dapat menghubungkan materi keagamaan dengan berbagai situasi yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Keputrian menghadirkan beberapa pemateri, yaitu Rosidah, S.Pd.I., Acep Sayid Muslim, S.Ag., M.Si., Pupu Tsamrotul F, S.Pd.I., Nisa Gina Sofiyanti, S.Pd.I., Firman Fitriyana, S.Sos., Saeful Millah, S.Pd.I., dan Abdul Wahid Herisman, S.Pd.I.

Melalui kegiatan ini, siswi tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga diarahkan untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam sikap, perilaku, dan interaksi sehari-hari.

Rosidah, S.Pd.I., salah satu pemateri kegiatan Keputrian, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan bagi siswi perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Keputrian bukan hanya tempat untuk menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi siswi untuk belajar, berdiskusi, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi muslimah yang memiliki akidah kuat, akhlak yang baik, serta memahami fikih dalam kehidupan sehari-hari.” — Rosidah, S.Pd.I.

Melalui kegiatan Keputrian, MAN 5 Tasikmalaya terus berupaya memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman, sehingga para siswi dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki landasan keagamaan yang kuat.