Kategori
Berita guru madrasah

Semarak Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di MAN 5 Tasikmalaya: Dari Upacara Khidmat Hingga Lomba Futsal Sarung

Tasikmalaya, 22 Oktober 2026 — Mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, keluarga besar MAN 5 Tasikmalaya menggelar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan penuh hikmat dan kemeriahan pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Upacara Bendera Hari Santri di lapangan utama madrasah. Seluruh peserta upacara, mulai dari dewan guru, staf Tata Usaha, hingga para siswa, tampil anggun dan khas dengan pakaian busana muslim/santri. Peserta laki-laki mengenakan baju koko, peci, dan sarung, sementara peserta perempuan mengenakan busana muslimah dan sarung.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai lomba antarkelas yang menambah keakraban dan keseruan:

  1. Lomba Futsal Memakai Sarung: Menguji ketangkasan dan sportivitas para siswa dalam bermain futsal dengan tantangan unik mengenakan sarung.
  2. Lomba Fashion Show Busana Santri: Menampilkan kreativitas siswa-siswi dalam memperagakan pakaian khas santri yang modern namun tetap menjaga nilai-nilai kesopanan dan keagamaan yang akan dilaksanakan pada hari Jum’at, 23 Oktober 2026.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Deni Effendi, M.Pd, mengapresiasi tinggi antusiasme seluruh warga madrasah. Beliau menyampaikan bahwa Peringatan Hari Santri bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan pengingat akan peran historis dan kontribusi besar santri dalam menjaga keutuhan serta kemajuan Bangsa Indonesia.

“Tema ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’ menjadi pelecut semangat bagi para siswa-siswi MAN 5 Tasikmalaya untuk terus menempa diri, baik dalam kedalaman ilmu agama maupun penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Santri hari ini adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045,” tegas beliau.

Melalui kemeriahan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini, MAN 5 Tasikmalaya terus berkomitmen mencetak generasi muda Islam yang berakhlakul karimah, berjiwa patriotik, dan siap berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Kategori
Berita guru madrasah Siswa

MAN 5 Tasikmalaya Laksanakan Pengisian Survei Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Bersama Perwakilan Guru dan Siswa

Tasikmalaya, 12 Oktober 2026 — MAN 5 Tasikmalaya terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan mutu dan iklim pendidikan Islam yang humanis serta berorientasi pada pembentukan karakter. Pada hari Senin, 12 Oktober 2026, MAN 5 Tasikmalaya menggelar agenda pengisian Survei Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang melibatkan perwakilan dewan guru serta sampel peserta didik di lingkungan madrasah.

Pengisian survei ini tidak melibatkan seluruh warga madrasah secara massal, melainkan ditujukan kepada perwakilan 5% dewan guru serta sampel terpilih sebanyak 5% dari siswa. Sampel siswa ini diambil dari perwakilan lintas tingkatan kelas untuk memberikan gambaran reflektif dan objektif mengenai penerapan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan penguatan karakter dalam proses pembelajaran.

Kepala MAN 5 Tasikmalaya, Cucu Muslim, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa pengisian survei KBC merupakan langkah penting untuk mengevaluasi sejauh mana esensi Kurikulum Berbasis Cinta telah terinternalisasi dalam interaksi pembelajaran sehari-hari di madrasah.

“Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pendekatan pendidikan yang memanusiakan manusia, mengedepankan kelembutan, empati, dan keteladanan. Melalui survei ini, data yang diperoleh dari sampel guru dan 30 siswa akan menjadi pijakan evaluasi bagi kami untuk terus menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman, ramah anak, dan penuh kasih sayang,” ungkap beliau.

Melalui kegiatan evaluasi berbasis sampel ini, MAN 5 Tasikmalaya berharap hasil survei KBC dapat memberikan masukan yang konstruktif dalam memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, sehingga lahir generasi peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kelembutan hati dan karakter yang mulia.

Wartawan / Kontributor: Tim Humas & Publikasi MAN 5 Tasikmalaya

Kategori
akademik Berita guru News Akademik MAN 5 Tasikmalaya Siswa

Belajar Biologi Lebih Bermakna melalui Praktikum Pengamatan Jaringan Tumbuhan

Tasikmalaya — Pembelajaran Biologi di MAN 5 Tasikmalaya tidak hanya dilakukan melalui teori di dalam kelas. Untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan kontekstual, siswa melaksanakan kegiatan praktikum pada materi jaringan tumbuhan dengan melakukan pengamatan menggunakan mikroskop.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak untuk mengamati secara langsung berbagai struktur jaringan tumbuhan melalui preparat yang telah disiapkan. Dengan menggunakan mikroskop, siswa dapat melihat bagian-bagian jaringan yang tidak dapat diamati secara langsung oleh mata, sehingga konsep yang sebelumnya dipelajari secara teori menjadi lebih mudah dipahami.

Kegiatan praktikum berlangsung dengan antusias. Siswa secara bergantian menggunakan mikroskop, mengatur fokus dan pencahayaan, kemudian mengamati objek yang tersedia. Hasil pengamatan juga dicatat dan didokumentasikan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai struktur dan fungsi jaringan tumbuhan, tetapi juga dilatih untuk memiliki keterampilan menggunakan alat laboratorium, melakukan pengamatan secara teliti, mencatat hasil pengamatan, serta menyampaikan hasil berdasarkan bukti yang ditemukan.

Guru pengampu Biologi, Santiani Nurlian, M.Pd., menyampaikan bahwa praktikum menjadi bagian penting dalam pembelajaran Biologi karena siswa dapat menghubungkan teori dengan kondisi nyata.

“Melalui praktikum, siswa tidak hanya mengetahui teori tentang jaringan tumbuhan, tetapi dapat melihat dan membuktikan secara langsung bagaimana struktur jaringan tersebut melalui mikroskop. Harapannya, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap Biologi.” — Santiani Nurlian, M.Pd.

Kegiatan praktikum ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan keterampilan siswa dalam pembelajaran Biologi. Dengan pengalaman belajar secara langsung, siswa diharapkan mampu memahami materi dengan lebih mendalam sekaligus terbiasa melakukan proses ilmiah melalui kegiatan mengamati, mencatat, menganalisis, dan menyimpulkan.

Melalui pembelajaran berbasis praktikum, MAN 5 Tasikmalaya terus berupaya menciptakan proses belajar yang aktif, kontekstual, dan memberikan pengalaman langsung kepada siswa.

Kategori
Berita guru Kegiatan OSIS Siswa

MAN 5 Tasikmalaya Terapkan Konsep Baru dalam LDKS OSIM 2026: Latihan Kepemimpinan Berdampingan dengan Kedisiplinan Kelas

TASIKMALAYA — Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN 5 Tasikmalaya sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) bagi calon pengurus baru periode 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada 5–9 Oktober 2026 ini tampil berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan mengusung konsep materi half-day (setengah hari) yang memadukan pelatihan kepemimpinan dan pembiasaan akademik secara seimbang.

Dalam konsep baru ini, para peserta mengikuti sesi pembekalan kepemimpinan, kedisiplinan, dan manajemen organisasi di pagi hari atau siang hari saja. Setelah itu, peserta tetap kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti biasa. Uniknya, selama berada di kelas, setiap peserta LDKS mendapatkan lembar lembar pemantauan khusus dari para guru mata pelajaran untuk menilai sejauh mana nilai-nilai kepemimpinan dan kedisiplinan LDKS dipraktikkan secara nyata dalam interaksi belajar sehari-hari.

Tanggapan dan Harapan Pimpinan Madrasah

Konsep inovatif ini mendapat apresiasi positif dari pihak pimpinan madrasah karena dinilai mampu membentuk karakter pemimpin yang unggul tanpa mengorbankan kewajiban akademis.

  • Kepala MAN 5 Tasikmalaya (Kamad):
    “Melalui konsep setengah hari ini, kami ingin menanamkan prinsip bahwa seorang pemimipin sejati adalah mereka yang mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab organisasi dan kewajiban belajar. Pemantauan langsung dari para guru di kelas menjadi tolok ukur nyata apakah nilai-nilai LDKS benar-benar terinternalisasi. Harapan kami, para pengurus OSIM terpilih kelak mampu menjadi teladan (role model) bagi seluruh siswa lainnya, baik dalam sikap, karakter, maupun prestasi belajar.”
  • Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan (Waka Kesiswaan):
    “Inovasi LDKS tahun ini kami rancang agar peserta terlatih dalam manajemen waktu dan memiliki ketahanan mental yang baik. Catatan pemantauan dari guru kelas menjadi bahan evaluasi holistik bagi panitia dalam menentukan kelayakan calon pengurus. Kami berharap kepengurusan OSIM periode ini melahirkan kader-kader yang tidak hanya aktif dan kreatif dalam berorganisasi, tetapi juga tetap disiplin dan berintegritas di dalam kelas.”

Evaluasi dan Keberlanjutan

Rangkaian kegiatan LDKS ditutup dengan sesi refleksi bersama berdasarkan catatan pemantauan guru dari tiap kelas. Langkah ini diharapkan dapat menjadi standar baru pembinaan kesiswaan di MAN 5 Tasikmalaya dalam melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang berkarakter, bertanggung jawab, dan berprestasi.

Kategori
Berita guru

GURU-GURU MAN 5 TASIKMALAYA IKUTI ASESMEN KOMPETENSI GURU (AKG) 2026

TASIKMALAYA – Puluhan guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Tasikmalaya mengikuti Asesmen Kompetensi Guru (AKG) yang diselenggarakan mulai Selasa, 6 Oktober hingga Jumat, 9 Oktober 2026. Pelaksanaan asesmen ini bertujuan untuk mengukur serta meningkatkan profesionalisme dan kompetensi para pendidik sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.

Pelaksanaan AKG di MAN 5 Tasikmalaya berlangsung selama empat hari dengan pembagian jadwal mata pelajaran sebagai berikut:

  • Selasa, 6 Oktober 2026: Bahasa Arab, Al-Qur’an Hadits, dan Akidah Akhlak.
  • Rabu, 7 Oktober 2026: Ekonomi, Fikih, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Biologi.
  • Kamis, 8 Oktober 2026: Kepala Madrasah (Kamad), Geografi, Matematika, dan Sejarah.
  • Jumat, 9 Oktober 2026: Kimia dan Fisika.

Kepala MAN 5 Tasikmalaya menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada seluruh jajaran pendidik yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Asesmen Kompetensi Guru ini merupakan pemetaan penting untuk memetakan pemahaman dan keahlian para pendidik di madrasah kita. Saya berharap seluruh bapak dan ibu guru dapat merampungkan asesmen ini dengan lancar, jujur, serta memberikan hasil terbaik demi peningkatan mutu pendidikan di MAN 5 Tasikmalaya,” ujar Kepala MAN 5 Tasikmalaya.

Seluruh rangkaian asesmen berjalan tertib dan lancar. Hasil dari AKG ini diharapkan menjadi evaluasi sekaligus bahan pembinaan berkelanjutan bagi para guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.

Kategori
guru pembiasaaan Siswa

Keputrian MAN 5 Tasikmalaya, Ruang Belajar Fikih, Akhlak, dan Akidah

Tasikmalaya — MAN 5 Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Keputrian sebagai salah satu wadah pembinaan keagamaan bagi siswi. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para siswi untuk memperdalam pemahaman keislaman sekaligus membangun karakter dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, materi yang disampaikan meliputi fikih, akhlak, dan akidah. Pembahasan dikemas secara komunikatif agar siswi dapat menghubungkan materi keagamaan dengan berbagai situasi yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Keputrian menghadirkan beberapa pemateri, yaitu Rosidah, S.Pd.I., Acep Sayid Muslim, S.Ag., M.Si., Pupu Tsamrotul F, S.Pd.I., Nisa Gina Sofiyanti, S.Pd.I., Firman Fitriyana, S.Sos., Saeful Millah, S.Pd.I., dan Abdul Wahid Herisman, S.Pd.I.

Melalui kegiatan ini, siswi tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga diarahkan untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam sikap, perilaku, dan interaksi sehari-hari.

Rosidah, S.Pd.I., salah satu pemateri kegiatan Keputrian, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan bagi siswi perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Keputrian bukan hanya tempat untuk menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi siswi untuk belajar, berdiskusi, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi muslimah yang memiliki akidah kuat, akhlak yang baik, serta memahami fikih dalam kehidupan sehari-hari.” — Rosidah, S.Pd.I.

Melalui kegiatan Keputrian, MAN 5 Tasikmalaya terus berupaya memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman, sehingga para siswi dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki landasan keagamaan yang kuat.

Kategori
akademik Berita guru

Kepala Madrasah MAN 5 Tasikmalaya Laksanakan Supervisi Pembelajaran

Tasikmalaya — Dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran, Kepala MAN 5 Tasikmalaya melaksanakan kegiatan supervisi pembelajaran terhadap guru di lingkungan madrasah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya evaluasi dan pengembangan proses pembelajaran agar berlangsung secara efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Supervisi dilakukan dengan mengamati secara langsung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas. Kepala Madrasah memperhatikan berbagai aspek pembelajaran, mulai dari kesiapan guru, penyampaian materi, penggunaan metode dan media pembelajaran, keterlibatan siswa, hingga pengelolaan kelas.

Melalui kegiatan supervisi, guru mendapatkan kesempatan untuk memperoleh masukan dan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hasil supervisi selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.

Kepala MAN 5 Tasikmalaya, Cucu Muslim, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa supervisi bukan semata-mata kegiatan penilaian terhadap guru, tetapi merupakan bagian dari proses pembinaan dan peningkatan mutu pembelajaran.

“Supervisi ini bukan untuk mencari kekurangan guru, tetapi menjadi ruang untuk melihat apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang masih dapat dikembangkan. Harapannya, melalui supervisi kita dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik.” — Cucu Muslim, S.Ag., M.Pd.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan supervisi juga mendorong terbangunnya komunikasi dan refleksi antara kepala madrasah dan guru. Berbagai temuan selama proses pengamatan menjadi bahan diskusi untuk menentukan langkah perbaikan yang dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran berikutnya.

Kegiatan supervisi diharapkan dapat mendukung terciptanya budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan MAN 5 Tasikmalaya. Dengan kolaborasi antara pimpinan dan guru, madrasah terus berupaya menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas serta mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik.

Kategori
akademik Berita guru Siswa

Mengenal Aktivitas Enzim melalui Praktikum Biologi

Tasikmalaya — Bagaimana sebenarnya enzim bekerja di dalam tubuh? Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Biologi siswa MAN 5 Tasikmalaya ketika mempelajari materi enzim dan metabolisme melalui kegiatan praktikum.

Pada kegiatan ini, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar dengan pendekatan eksperimen. Konsep mengenai enzim yang sebelumnya dipelajari melalui pembahasan di kelas kemudian dikaji melalui percobaan sehingga siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai aktivitas enzim.

Siswa melakukan praktikum secara berkelompok dengan mengikuti prosedur yang telah diberikan. Setiap kelompok melakukan percobaan, memperhatikan perubahan yang muncul selama proses berlangsung, serta mencatat hasil pengamatan. Data yang diperoleh kemudian menjadi bahan diskusi untuk mengetahui hubungan antara hasil percobaan dengan konsep kerja enzim.

Menariknya, kegiatan praktikum tidak hanya berfokus pada hasil akhir. Siswa juga belajar bagaimana melakukan pengamatan secara cermat, membandingkan hasil, mengemukakan pendapat, dan menyusun kesimpulan berdasarkan data yang mereka temukan sendiri.

Guru Biologi Dwi Retnawati, S.Pd.Si., mengatakan bahwa pengalaman melakukan percobaan secara langsung dapat membantu siswa membangun pemahaman yang lebih kuat terhadap materi.

“Saya ingin siswa memahami bahwa enzim bukan hanya istilah yang harus dihafalkan. Ketika mereka melakukan percobaan sendiri, mengamati prosesnya, lalu membahas mengapa suatu perubahan bisa terjadi, mereka akan lebih mudah memahami konsep dan mengingatnya.” — Dwi Retnawati, S.Pd.Si.

Pembelajaran melalui praktikum juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan proses sains. Mulai dari mengikuti prosedur, mengamati fenomena, mencatat data, berdiskusi, hingga menyampaikan kesimpulan menjadi bagian dari pengalaman belajar yang mereka jalani.

Melalui kegiatan tersebut, materi enzim dan metabolisme tidak hanya dipahami sebagai rangkaian konsep dalam buku pelajaran, tetapi menjadi pengetahuan yang dipelajari melalui pengalaman. Pembelajaran seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa sekaligus membuat proses belajar Biologi semakin menarik dan bermakna.

Kategori
akademik Berita guru Siswa

Belajar Rangkaian Resistor Lebih Interaktif melalui PhET Simulation

Tasikmalaya — Pembelajaran Fisika di MAN 5 Tasikmalaya terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual. Salah satunya melalui kegiatan pembelajaran materi rangkaian resistor dengan memanfaatkan aplikasi PhET Simulation.

Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, siswa tidak hanya mempelajari konsep rangkaian listrik secara teori, tetapi juga melakukan simulasi secara langsung menggunakan telepon seluler (HP). Dengan memanfaatkan PhET Simulation, siswa diminta membuat dan menguji rangkaian resistor seri dan paralel secara virtual.

Siswa secara mandiri maupun berkelompok menyusun komponen-komponen listrik pada simulasi, kemudian melakukan pengukuran kuat arus dan tegangan pada rangkaian yang telah dibuat. Hasil pengukuran tersebut selanjutnya diamati dan dibandingkan untuk memahami karakteristik masing-masing rangkaian.

Penggunaan simulasi digital memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan secara lebih fleksibel. Siswa dapat mencoba berbagai susunan rangkaian, mengubah nilai komponen, serta mengamati perubahan arus dan tegangan tanpa harus khawatir mengalami risiko seperti pada percobaan listrik secara langsung.

Guru Fisika Tina Nuraeni, S.Si., menyampaikan bahwa pemanfaatan PhET Simulation membantu siswa memahami konsep yang terkadang cukup abstrak jika hanya dijelaskan melalui teori.

“Dengan menggunakan PhET Simulation, siswa dapat langsung mencoba membuat rangkaian seri dan paralel melalui HP, kemudian mengukur arus dan tegangannya. Jadi, konsep yang dipelajari tidak hanya dibayangkan, tetapi dapat mereka lihat dan buktikan melalui simulasi.” — Tina Nuraeni, S.Si.

Kegiatan ini juga melatih siswa untuk berpikir kritis dan sistematis. Siswa tidak hanya dituntut untuk membuat rangkaian, tetapi juga mengamati hasil pengukuran, menemukan perbedaan antara rangkaian seri dan paralel, serta menghubungkan hasil simulasi dengan konsep dan hukum yang telah dipelajari.

Pemanfaatan PhET Simulation menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran di MAN 5 Tasikmalaya dalam mengintegrasikan teknologi dengan proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin aktif, mandiri, dan memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap konsep Fisika melalui pengalaman belajar yang dekat dengan teknologi yang mereka gunakan sehari-hari.