TASIKMALAYA — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan Galdi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi para siswa kelas XII. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 12 hingga 15 Oktober 2026 ini, dilaksanakan di laboratorium komputer madrasah dengan menerapkan protokol ujian berbasis digital.
Gladi Bersih TKA ini dirancang untuk memperkenalkan format, pola soal, serta mekanisme pelaksanaan ujian berbasis komputer kepada para siswa sejak dini. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya terbiasa secara teknis dalam mengoperasikan sistem ujian, tetapi juga mampu mengukur sejauh mana kesiapan akademik dan penguasaan materi yang telah dipelajari.
Harapan Kepala Madrasah
Kepala MAN 5 Tasikmalaya menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat para siswa serta kesiapan seluruh panitia dan tim IT yang mengawal kelancaran pelaksanaan simulasi. Beliau mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini menjadi pijakan kuat bagi kesuksesan siswa di masa depan:
“Kami berharap simulasi ini dapat menjadi sarana evaluasi dan pemicu semangat belajar bagi para siswa. Melalui pelaksanaan simulasi TKA ini, siswa diharapkan makin percaya diri, mengenali potensi serta kelemahan akademiknya, dan mampu menyusun strategi belajar yang lebih efektif. Semoga seluruh siswa MAN 5 Tasikmalaya kelak meraih hasil terbaik dan sukses melanjutkan ke jenjang pendidikan yang diimpikan.”
Dengan adanya kegiatan simulasi ini, MAN 5 Tasikmalaya terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan dan mencetak lulusan yang unggul, cerdas, serta berdaya saing tinggi.
Tasikmalaya — Pembelajaran Fisika di MAN 5 Tasikmalaya terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual. Salah satunya melalui kegiatan pembelajaran materi rangkaian resistor dengan memanfaatkan aplikasi PhET Simulation.
Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, siswa tidak hanya mempelajari konsep rangkaian listrik secara teori, tetapi juga melakukan simulasi secara langsung menggunakan telepon seluler (HP). Dengan memanfaatkan PhET Simulation, siswa diminta membuat dan menguji rangkaian resistor seri dan paralel secara virtual.
Siswa secara mandiri maupun berkelompok menyusun komponen-komponen listrik pada simulasi, kemudian melakukan pengukuran kuat arus dan tegangan pada rangkaian yang telah dibuat. Hasil pengukuran tersebut selanjutnya diamati dan dibandingkan untuk memahami karakteristik masing-masing rangkaian.
Penggunaan simulasi digital memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan secara lebih fleksibel. Siswa dapat mencoba berbagai susunan rangkaian, mengubah nilai komponen, serta mengamati perubahan arus dan tegangan tanpa harus khawatir mengalami risiko seperti pada percobaan listrik secara langsung.
Guru Fisika Tina Nuraeni, S.Si., menyampaikan bahwa pemanfaatan PhET Simulation membantu siswa memahami konsep yang terkadang cukup abstrak jika hanya dijelaskan melalui teori.
“Dengan menggunakan PhET Simulation, siswa dapat langsung mencoba membuat rangkaian seri dan paralel melalui HP, kemudian mengukur arus dan tegangannya. Jadi, konsep yang dipelajari tidak hanya dibayangkan, tetapi dapat mereka lihat dan buktikan melalui simulasi.” — Tina Nuraeni, S.Si.
Kegiatan ini juga melatih siswa untuk berpikir kritis dan sistematis. Siswa tidak hanya dituntut untuk membuat rangkaian, tetapi juga mengamati hasil pengukuran, menemukan perbedaan antara rangkaian seri dan paralel, serta menghubungkan hasil simulasi dengan konsep dan hukum yang telah dipelajari.
Pemanfaatan PhET Simulation menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran di MAN 5 Tasikmalaya dalam mengintegrasikan teknologi dengan proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin aktif, mandiri, dan memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap konsep Fisika melalui pengalaman belajar yang dekat dengan teknologi yang mereka gunakan sehari-hari.
Tasikmalaya, 24 September 2026 — MAN 5 Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Rapat Orang Tua/Wali Siswa Kelas X, XI, dan XII yang berlangsung selama tiga hari, yaitu Selasa–Kamis, 22–24 September 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam memperkuat komunikasi, silaturahmi, serta sinergi antara pihak sekolah dengan orang tua dalam mendampingi perkembangan peserta didik.
Kegiatan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan jenjang kelas. Selasa, 22 September 2026, rapat diikuti oleh orang tua/wali siswa kelas XII. Selanjutnya, Rabu, 23 September 2026, kegiatan dilaksanakan bersama orang tua/wali siswa kelas XI, dan pada Kamis, 24 September 2026, giliran orang tua/wali siswa kelas X.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda penyampaian informasi dari madrasah, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antara orang tua/wali siswa dengan pihak madrasah. Melalui pertemuan secara langsung, komunikasi yang terjalin diharapkan dapat semakin terbuka sehingga madrasah dan orang tua memiliki pemahaman yang sama dalam mendukung perkembangan peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, wali kelas menyampaikan kondisi dan perkembangan peserta didik di kelas masing-masing, baik dalam aspek akademik, kedisiplinan, kehadiran, sikap, maupun hal-hal lain yang perlu menjadi perhatian bersama. Penyampaian kondisi siswa ini menjadi bagian penting agar orang tua dapat mengetahui perkembangan putra-putrinya selama mengikuti proses pendidikan di madrasah.
Selain itu, pihak madrasah juga mensosialisasikan berbagai aturan, ketentuan, serta program kerja madrasah yang akan dilaksanakan selama tahun pelajaran 2026/2027. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai kebijakan madrasah sekaligus mendorong keterlibatan orang tua dalam mendukung berbagai program pendidikan yang dilaksanakan.
Kepala MAN 5 Tasikmalaya, Cucu Muslim, S.Ag., M.Pd., dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya kolaborasi antara madrasah dan orang tua dalam mendidik dan mendampingi peserta didik.
“Pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab madrasah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Madrasah berupaya memberikan pendidikan dan lingkungan yang terbaik bagi anak-anak, sementara dukungan dan pendampingan dari orang tua di rumah juga sangat menentukan perkembangan mereka. Karena itu, komunikasi dan sinergi antara madrasah dengan orang tua harus terus kita bangun.”
Beliau juga menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi dan karakter yang berbeda sehingga membutuhkan perhatian serta pendampingan yang sesuai.
“Mari kita tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menghargai setiap proses yang dijalani anak-anak. Dengan komunikasi yang baik antara wali kelas, madrasah, dan orang tua, berbagai persoalan dapat kita hadapi bersama dan potensi anak-anak dapat kita kembangkan secara optimal.”
Melalui kegiatan rapat orang tua ini, MAN 5 Tasikmalaya berharap terjalin komunikasi dan kerja sama yang semakin erat antara madrasah dan keluarga. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung peserta didik untuk tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, berprestasi, dan memiliki kesiapan menghadapi masa depan.
Kegiatan selama tiga hari tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran orang tua/wali siswa menjadi bentuk dukungan nyata terhadap proses pendidikan di MAN 5 Tasikmalaya sekaligus menjadi langkah bersama untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik bagi seluruh peserta didik.