Kategori
dokumen madrasah

Rencana Strategis (Renstra) MAN 5 Tasikmalaya Tahun 2025-2029

Arah dan Strategi Pengembangan Madrasah

Rencana Strategis (Renstra) MAN 5 Tasikmalaya merupakan dokumen perencanaan yang menjadi pedoman dalam menentukan arah kebijakan, program, dan pengembangan madrasah dalam jangka menengah. Renstra disusun sebagai acuan bersama dalam mewujudkan tata kelola madrasah yang efektif, peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter peserta didik, serta peningkatan kualitas layanan kepada seluruh warga madrasah dan masyarakat.

Melalui Renstra ini, MAN 5 Tasikmalaya menetapkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, serta program prioritas yang akan dilaksanakan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Dokumen Renstra ini dipublikasikan sebagai bentuk transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi publik, sekaligus sebagai sarana bagi masyarakat, orang tua/wali peserta didik, serta seluruh warga madrasah untuk mengetahui arah dan prioritas pengembangan MAN 5 Tasikmalaya.

Silakan mengakses dokumen Rencana Strategis (Renstra) MAN 5 Tasikmalaya di bawah ini.

Kategori
akademik Berita guru

Kepala Madrasah MAN 5 Tasikmalaya Laksanakan Supervisi Pembelajaran

Tasikmalaya — Dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran, Kepala MAN 5 Tasikmalaya melaksanakan kegiatan supervisi pembelajaran terhadap guru di lingkungan madrasah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya evaluasi dan pengembangan proses pembelajaran agar berlangsung secara efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Supervisi dilakukan dengan mengamati secara langsung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas. Kepala Madrasah memperhatikan berbagai aspek pembelajaran, mulai dari kesiapan guru, penyampaian materi, penggunaan metode dan media pembelajaran, keterlibatan siswa, hingga pengelolaan kelas.

Melalui kegiatan supervisi, guru mendapatkan kesempatan untuk memperoleh masukan dan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hasil supervisi selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.

Kepala MAN 5 Tasikmalaya, Cucu Muslim, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa supervisi bukan semata-mata kegiatan penilaian terhadap guru, tetapi merupakan bagian dari proses pembinaan dan peningkatan mutu pembelajaran.

“Supervisi ini bukan untuk mencari kekurangan guru, tetapi menjadi ruang untuk melihat apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang masih dapat dikembangkan. Harapannya, melalui supervisi kita dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik.” — Cucu Muslim, S.Ag., M.Pd.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan supervisi juga mendorong terbangunnya komunikasi dan refleksi antara kepala madrasah dan guru. Berbagai temuan selama proses pengamatan menjadi bahan diskusi untuk menentukan langkah perbaikan yang dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran berikutnya.

Kegiatan supervisi diharapkan dapat mendukung terciptanya budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan MAN 5 Tasikmalaya. Dengan kolaborasi antara pimpinan dan guru, madrasah terus berupaya menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas serta mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik.

Kategori
akademik Berita guru Siswa

Mengenal Aktivitas Enzim melalui Praktikum Biologi

Tasikmalaya — Bagaimana sebenarnya enzim bekerja di dalam tubuh? Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Biologi siswa MAN 5 Tasikmalaya ketika mempelajari materi enzim dan metabolisme melalui kegiatan praktikum.

Pada kegiatan ini, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar dengan pendekatan eksperimen. Konsep mengenai enzim yang sebelumnya dipelajari melalui pembahasan di kelas kemudian dikaji melalui percobaan sehingga siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai aktivitas enzim.

Siswa melakukan praktikum secara berkelompok dengan mengikuti prosedur yang telah diberikan. Setiap kelompok melakukan percobaan, memperhatikan perubahan yang muncul selama proses berlangsung, serta mencatat hasil pengamatan. Data yang diperoleh kemudian menjadi bahan diskusi untuk mengetahui hubungan antara hasil percobaan dengan konsep kerja enzim.

Menariknya, kegiatan praktikum tidak hanya berfokus pada hasil akhir. Siswa juga belajar bagaimana melakukan pengamatan secara cermat, membandingkan hasil, mengemukakan pendapat, dan menyusun kesimpulan berdasarkan data yang mereka temukan sendiri.

Guru Biologi Dwi Retnawati, S.Pd.Si., mengatakan bahwa pengalaman melakukan percobaan secara langsung dapat membantu siswa membangun pemahaman yang lebih kuat terhadap materi.

“Saya ingin siswa memahami bahwa enzim bukan hanya istilah yang harus dihafalkan. Ketika mereka melakukan percobaan sendiri, mengamati prosesnya, lalu membahas mengapa suatu perubahan bisa terjadi, mereka akan lebih mudah memahami konsep dan mengingatnya.” — Dwi Retnawati, S.Pd.Si.

Pembelajaran melalui praktikum juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan proses sains. Mulai dari mengikuti prosedur, mengamati fenomena, mencatat data, berdiskusi, hingga menyampaikan kesimpulan menjadi bagian dari pengalaman belajar yang mereka jalani.

Melalui kegiatan tersebut, materi enzim dan metabolisme tidak hanya dipahami sebagai rangkaian konsep dalam buku pelajaran, tetapi menjadi pengetahuan yang dipelajari melalui pengalaman. Pembelajaran seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa sekaligus membuat proses belajar Biologi semakin menarik dan bermakna.

Kategori
akademik Berita guru Siswa

Belajar Rangkaian Resistor Lebih Interaktif melalui PhET Simulation

Tasikmalaya — Pembelajaran Fisika di MAN 5 Tasikmalaya terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual. Salah satunya melalui kegiatan pembelajaran materi rangkaian resistor dengan memanfaatkan aplikasi PhET Simulation.

Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, siswa tidak hanya mempelajari konsep rangkaian listrik secara teori, tetapi juga melakukan simulasi secara langsung menggunakan telepon seluler (HP). Dengan memanfaatkan PhET Simulation, siswa diminta membuat dan menguji rangkaian resistor seri dan paralel secara virtual.

Siswa secara mandiri maupun berkelompok menyusun komponen-komponen listrik pada simulasi, kemudian melakukan pengukuran kuat arus dan tegangan pada rangkaian yang telah dibuat. Hasil pengukuran tersebut selanjutnya diamati dan dibandingkan untuk memahami karakteristik masing-masing rangkaian.

Penggunaan simulasi digital memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan secara lebih fleksibel. Siswa dapat mencoba berbagai susunan rangkaian, mengubah nilai komponen, serta mengamati perubahan arus dan tegangan tanpa harus khawatir mengalami risiko seperti pada percobaan listrik secara langsung.

Guru Fisika Tina Nuraeni, S.Si., menyampaikan bahwa pemanfaatan PhET Simulation membantu siswa memahami konsep yang terkadang cukup abstrak jika hanya dijelaskan melalui teori.

“Dengan menggunakan PhET Simulation, siswa dapat langsung mencoba membuat rangkaian seri dan paralel melalui HP, kemudian mengukur arus dan tegangannya. Jadi, konsep yang dipelajari tidak hanya dibayangkan, tetapi dapat mereka lihat dan buktikan melalui simulasi.” — Tina Nuraeni, S.Si.

Kegiatan ini juga melatih siswa untuk berpikir kritis dan sistematis. Siswa tidak hanya dituntut untuk membuat rangkaian, tetapi juga mengamati hasil pengukuran, menemukan perbedaan antara rangkaian seri dan paralel, serta menghubungkan hasil simulasi dengan konsep dan hukum yang telah dipelajari.

Pemanfaatan PhET Simulation menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran di MAN 5 Tasikmalaya dalam mengintegrasikan teknologi dengan proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin aktif, mandiri, dan memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap konsep Fisika melalui pengalaman belajar yang dekat dengan teknologi yang mereka gunakan sehari-hari.

Kategori
Berita Siswa

Siswa MAN 5 Tasikmalaya Mengikuti Kegiatan Nonton Bersama Film G30S/PKI

Tasikmalaya — Dalam rangka menumbuhkan wawasan sejarah, semangat kebangsaan, serta sikap kritis terhadap berbagai peristiwa yang terjadi dalam perjalanan bangsa Indonesia, siswa MAN 5 Tasikmalaya mengikuti kegiatan nonton bersama film yang mengangkat peristiwa Gerakan 30 September (G30S).

Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa dengan didampingi oleh guru. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengenal salah satu bagian penting dalam sejarah Indonesia sekaligus memahami konteks peristiwa yang terjadi pada masa tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, siswa menyaksikan tayangan film dengan tertib dan penuh perhatian. Kegiatan nonton bersama tidak hanya menjadi sarana pembelajaran sejarah, tetapi juga diharapkan dapat menjadi momentum bagi siswa untuk membangun sikap kritis dalam menerima dan memahami informasi mengenai sejarah.

Guru pendamping juga mengarahkan siswa agar tidak hanya melihat tayangan sebagai sebuah tontonan, tetapi menjadikannya sebagai bahan untuk berdiskusi dan memperkaya pemahaman mengenai sejarah bangsa. Siswa didorong untuk mencari informasi dari berbagai sumber sejarah yang relevan sehingga dapat memahami suatu peristiwa secara lebih utuh.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Dengan memahami sejarah, siswa diharapkan dapat semakin menghargai perjuangan para pendahulu, menjaga persatuan, serta memiliki kesadaran untuk turut berkontribusi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui kegiatan pembelajaran yang dikemas secara kontekstual seperti ini, MAN 5 Tasikmalaya terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, sikap kritis, dan rasa cinta tanah air pada diri peserta didik.

Kategori
Berita Kegiatan OSIS

Pengurus OSIM dan MPK Masa Bakti 2025/2026

Bersama Berkarya, Berprestasi, dan Menginspirasi

OSIM dan MPK merupakan bagian penting dalam kehidupan organisasi di MAN 5 Tasikmalaya. Melalui organisasi ini, peserta didik diberikan ruang untuk belajar memimpin, bekerja sama, bertanggung jawab, berkomunikasi, serta mengembangkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan madrasah.

OSIM menjadi wadah bagi peserta didik untuk merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan kesiswaan, sementara MPK berperan dalam menampung aspirasi siswa serta mendukung terciptanya kehidupan organisasi yang aktif, tertib, dan demokratis.

Berikut adalah susunan kepengurusan OSIM dan MPK MAN 5 Tasikmalaya sebagai bagian dari generasi muda yang siap belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi madrasah.

Pelindung : Cucu Muslim, S.Ag., M.Pd (Kepala Madrasah MAN 5 Tasikmalaya)

Penanggung jawab : Deni Effendi, M.Pd (Waka Kesiswaan)

Pembina : Gungun Setiawan, S.Pd.I


PENGURUS INTI MPK

  1. M Daffa Al Fakhrizi
  2. Asep Kurniawan
  3. Anisa Nurfitriyani

PENGURUS INTI OSIM

  1. Reza Paslah
  2. Azizah
  3. Evan Fikri Rizqullah
  • SEKBID PENDIDIKAN & PENGKADERAN
  1. Reisya Shalwa Shabila
  2. Depina Putri Yani
  3. Sriwida Ningsih
  • SEKBID BELA NEGARA
  1. Disa Nurmala
  2. Humaira Arisya
  • SEKBID SENIBUDAYA & OLAHRAGA
  1. Miski Auliwimah
  2. M.Gani Nursyamsi
  3. M. Rifan Perdi Utami
  • SEKBID INFORMASI DAN KOMUNIKASI
  1. Siti Fatimah
  2. Nanda Aulia Ramadani
  3. Kaisa Samrotul Fuadah
  • SEKBID LINGKUNGAN HIDUP
  1. Sopi Nurul Padilah
  2. Anira Novitasari
  3. Delia Fauzia
  4. Kasih Suci Anggraeni
  • SEKBID KEWIRAUSAHAAN
    1. Ilpa Aulia
    2. Yusi Purnama Dysta
    3. Rara Jamila

•SEKBID KEAMANAN DAN KEDISIPLINAN

  1. Syaila Sahdah
  • SEKBID KEAGAMAAN
  1. Dede Suci Silviani
  2. Syifa Aulia
  3. Acep Perdiana

SAMBUTAN KETUA OSIM

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Reza Paslah – Ketua OSIM

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya. Menjadi bagian dari OSIM MAN 5 Tasikmalaya merupakan sebuah amanah sekaligus kesempatan bagi kami untuk belajar menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, disiplin, kreatif, dan mampu bekerja sama.

Kami menyadari bahwa OSIM bukan hanya tentang menjalankan program kerja atau menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat menjadi wadah bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, dan menciptakan lingkungan madrasah yang lebih aktif dan positif.

Dengan dukungan dari Kepala Madrasah, para guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa MAN 5 Tasikmalaya, kami akan berusaha menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya.

Mari bersama-sama menjadikan OSIM sebagai ruang untuk bergerak, berkarya, berprestasi, dan memberi manfaat. Karena setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini dapat menjadi bagian dari perubahan besar di masa depan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ketua OSIM
MAN 5 Tasikmalaya

Kategori
Berita

Rapat Orang Tua Siswa Kelas X, XI, dan XII MAN 5 Tasikmalaya, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pendidikan

Tasikmalaya, 24 September 2026 — MAN 5 Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Rapat Orang Tua/Wali Siswa Kelas X, XI, dan XII yang berlangsung selama tiga hari, yaitu Selasa–Kamis, 22–24 September 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam memperkuat komunikasi, silaturahmi, serta sinergi antara pihak sekolah dengan orang tua dalam mendampingi perkembangan peserta didik.

Kegiatan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan jenjang kelas. Selasa, 22 September 2026, rapat diikuti oleh orang tua/wali siswa kelas XII. Selanjutnya, Rabu, 23 September 2026, kegiatan dilaksanakan bersama orang tua/wali siswa kelas XI, dan pada Kamis, 24 September 2026, giliran orang tua/wali siswa kelas X.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda penyampaian informasi dari madrasah, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antara orang tua/wali siswa dengan pihak madrasah. Melalui pertemuan secara langsung, komunikasi yang terjalin diharapkan dapat semakin terbuka sehingga madrasah dan orang tua memiliki pemahaman yang sama dalam mendukung perkembangan peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, wali kelas menyampaikan kondisi dan perkembangan peserta didik di kelas masing-masing, baik dalam aspek akademik, kedisiplinan, kehadiran, sikap, maupun hal-hal lain yang perlu menjadi perhatian bersama. Penyampaian kondisi siswa ini menjadi bagian penting agar orang tua dapat mengetahui perkembangan putra-putrinya selama mengikuti proses pendidikan di madrasah.

Selain itu, pihak madrasah juga mensosialisasikan berbagai aturan, ketentuan, serta program kerja madrasah yang akan dilaksanakan selama tahun pelajaran 2026/2027. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai kebijakan madrasah sekaligus mendorong keterlibatan orang tua dalam mendukung berbagai program pendidikan yang dilaksanakan.

Kepala MAN 5 Tasikmalaya, Cucu Muslim, S.Ag., M.Pd., dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya kolaborasi antara madrasah dan orang tua dalam mendidik dan mendampingi peserta didik.

“Pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab madrasah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Madrasah berupaya memberikan pendidikan dan lingkungan yang terbaik bagi anak-anak, sementara dukungan dan pendampingan dari orang tua di rumah juga sangat menentukan perkembangan mereka. Karena itu, komunikasi dan sinergi antara madrasah dengan orang tua harus terus kita bangun.”

Beliau juga menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi dan karakter yang berbeda sehingga membutuhkan perhatian serta pendampingan yang sesuai.

“Mari kita tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menghargai setiap proses yang dijalani anak-anak. Dengan komunikasi yang baik antara wali kelas, madrasah, dan orang tua, berbagai persoalan dapat kita hadapi bersama dan potensi anak-anak dapat kita kembangkan secara optimal.”

Melalui kegiatan rapat orang tua ini, MAN 5 Tasikmalaya berharap terjalin komunikasi dan kerja sama yang semakin erat antara madrasah dan keluarga. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung peserta didik untuk tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, berprestasi, dan memiliki kesiapan menghadapi masa depan.

Kegiatan selama tiga hari tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran orang tua/wali siswa menjadi bentuk dukungan nyata terhadap proses pendidikan di MAN 5 Tasikmalaya sekaligus menjadi langkah bersama untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik bagi seluruh peserta didik.