
TASIKMALAYA — Dalam upaya mewujudkan lingkungan madrasah yang sehat secara fisik dan mental, MAN 5 Tasikmalaya resmi menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya untuk menyelenggarakan kegiatan Skrining Kesehatan Jiwa dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Kegiatan yang digelar pada 28 Oktober 2026 ini diikuti dengan antusias oleh siswa-siswi.

Langkah Preventif Lindungi Generasi Muda
Program kolaboratif ini dirancang sebagai benteng pertahanan dini terhadap berbagai persoalan psikologis dan ancaman kenakalan remaja yang kian kompleks. Masa remaja merupakan fase transisi yang rentan terhadap tekanan sosial, stres akademik, maupun pengaruh buruk lingkungan luar, termasuk bahaya penyalahgunaan obat-terlarang.
Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya hadir langsung di sekolah untuk memberikan pendampingan secara profesional. Para siswa dibimbing melalui proses pengisian instrumen skrining terstandar guna memetakan tingkat kesejahteraan mental, potensi stres, serta tingkat pemahaman mereka terhadap bahaya zat adiktif.

Kepala MAN 5 Tasikmalaya menegaskan bahwa kesehatan mental memiliki peran yang setara pentingnya dengan kesehatan fisik dalam menunjang keberhasilan proses belajar mengajar.
“Kami ingin memastikan bahwa peserta didik kami tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat dan bersih dari pengaruh buruk NAPZA. Kerja sama dengan Dinas Kesehatan ini adalah wujud nyata komitmen madrasah dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Melalui sinergi yang kuat antara MAN 5 Tasikmalaya dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya ini,diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, peduli sesama, serta sukses melahirkan generasi muda yang sehat, tangguh, berakhlak mulia, dan bebas dari NAPZA.























