Kategori
Berita guru Kegiatan OSIS Siswa

MAN 5 Tasikmalaya Terapkan Konsep Baru dalam LDKS OSIM 2026: Latihan Kepemimpinan Berdampingan dengan Kedisiplinan Kelas

TASIKMALAYA — Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN 5 Tasikmalaya sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) bagi calon pengurus baru periode 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada 5–9 Oktober 2026 ini tampil berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan mengusung konsep materi half-day (setengah hari) yang memadukan pelatihan kepemimpinan dan pembiasaan akademik secara seimbang.

Dalam konsep baru ini, para peserta mengikuti sesi pembekalan kepemimpinan, kedisiplinan, dan manajemen organisasi di pagi hari atau siang hari saja. Setelah itu, peserta tetap kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti biasa. Uniknya, selama berada di kelas, setiap peserta LDKS mendapatkan lembar lembar pemantauan khusus dari para guru mata pelajaran untuk menilai sejauh mana nilai-nilai kepemimpinan dan kedisiplinan LDKS dipraktikkan secara nyata dalam interaksi belajar sehari-hari.

Tanggapan dan Harapan Pimpinan Madrasah

Konsep inovatif ini mendapat apresiasi positif dari pihak pimpinan madrasah karena dinilai mampu membentuk karakter pemimpin yang unggul tanpa mengorbankan kewajiban akademis.

  • Kepala MAN 5 Tasikmalaya (Kamad):
    “Melalui konsep setengah hari ini, kami ingin menanamkan prinsip bahwa seorang pemimipin sejati adalah mereka yang mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab organisasi dan kewajiban belajar. Pemantauan langsung dari para guru di kelas menjadi tolok ukur nyata apakah nilai-nilai LDKS benar-benar terinternalisasi. Harapan kami, para pengurus OSIM terpilih kelak mampu menjadi teladan (role model) bagi seluruh siswa lainnya, baik dalam sikap, karakter, maupun prestasi belajar.”
  • Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan (Waka Kesiswaan):
    “Inovasi LDKS tahun ini kami rancang agar peserta terlatih dalam manajemen waktu dan memiliki ketahanan mental yang baik. Catatan pemantauan dari guru kelas menjadi bahan evaluasi holistik bagi panitia dalam menentukan kelayakan calon pengurus. Kami berharap kepengurusan OSIM periode ini melahirkan kader-kader yang tidak hanya aktif dan kreatif dalam berorganisasi, tetapi juga tetap disiplin dan berintegritas di dalam kelas.”

Evaluasi dan Keberlanjutan

Rangkaian kegiatan LDKS ditutup dengan sesi refleksi bersama berdasarkan catatan pemantauan guru dari tiap kelas. Langkah ini diharapkan dapat menjadi standar baru pembinaan kesiswaan di MAN 5 Tasikmalaya dalam melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang berkarakter, bertanggung jawab, dan berprestasi.