Kategori
Berita guru madrasah Siswa

MAN 5 Tasikmalaya Laksanakan Pengisian Survei Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Bersama Perwakilan Guru dan Siswa

Tasikmalaya, 12 Oktober 2026 — MAN 5 Tasikmalaya terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan mutu dan iklim pendidikan Islam yang humanis serta berorientasi pada pembentukan karakter. Pada hari Senin, 12 Oktober 2026, MAN 5 Tasikmalaya menggelar agenda pengisian Survei Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang melibatkan perwakilan dewan guru serta sampel peserta didik di lingkungan madrasah.

Pengisian survei ini tidak melibatkan seluruh warga madrasah secara massal, melainkan ditujukan kepada perwakilan 5% dewan guru serta sampel terpilih sebanyak 5% dari siswa. Sampel siswa ini diambil dari perwakilan lintas tingkatan kelas untuk memberikan gambaran reflektif dan objektif mengenai penerapan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan penguatan karakter dalam proses pembelajaran.

Kepala MAN 5 Tasikmalaya, Cucu Muslim, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa pengisian survei KBC merupakan langkah penting untuk mengevaluasi sejauh mana esensi Kurikulum Berbasis Cinta telah terinternalisasi dalam interaksi pembelajaran sehari-hari di madrasah.

“Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pendekatan pendidikan yang memanusiakan manusia, mengedepankan kelembutan, empati, dan keteladanan. Melalui survei ini, data yang diperoleh dari sampel guru dan 30 siswa akan menjadi pijakan evaluasi bagi kami untuk terus menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman, ramah anak, dan penuh kasih sayang,” ungkap beliau.

Melalui kegiatan evaluasi berbasis sampel ini, MAN 5 Tasikmalaya berharap hasil survei KBC dapat memberikan masukan yang konstruktif dalam memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, sehingga lahir generasi peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kelembutan hati dan karakter yang mulia.

Wartawan / Kontributor: Tim Humas & Publikasi MAN 5 Tasikmalaya

Kategori
akademik Berita guru News Akademik MAN 5 Tasikmalaya Siswa

Belajar Biologi Lebih Bermakna melalui Praktikum Pengamatan Jaringan Tumbuhan

Tasikmalaya — Pembelajaran Biologi di MAN 5 Tasikmalaya tidak hanya dilakukan melalui teori di dalam kelas. Untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan kontekstual, siswa melaksanakan kegiatan praktikum pada materi jaringan tumbuhan dengan melakukan pengamatan menggunakan mikroskop.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak untuk mengamati secara langsung berbagai struktur jaringan tumbuhan melalui preparat yang telah disiapkan. Dengan menggunakan mikroskop, siswa dapat melihat bagian-bagian jaringan yang tidak dapat diamati secara langsung oleh mata, sehingga konsep yang sebelumnya dipelajari secara teori menjadi lebih mudah dipahami.

Kegiatan praktikum berlangsung dengan antusias. Siswa secara bergantian menggunakan mikroskop, mengatur fokus dan pencahayaan, kemudian mengamati objek yang tersedia. Hasil pengamatan juga dicatat dan didokumentasikan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai struktur dan fungsi jaringan tumbuhan, tetapi juga dilatih untuk memiliki keterampilan menggunakan alat laboratorium, melakukan pengamatan secara teliti, mencatat hasil pengamatan, serta menyampaikan hasil berdasarkan bukti yang ditemukan.

Guru pengampu Biologi, Santiani Nurlian, M.Pd., menyampaikan bahwa praktikum menjadi bagian penting dalam pembelajaran Biologi karena siswa dapat menghubungkan teori dengan kondisi nyata.

“Melalui praktikum, siswa tidak hanya mengetahui teori tentang jaringan tumbuhan, tetapi dapat melihat dan membuktikan secara langsung bagaimana struktur jaringan tersebut melalui mikroskop. Harapannya, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap Biologi.” — Santiani Nurlian, M.Pd.

Kegiatan praktikum ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan keterampilan siswa dalam pembelajaran Biologi. Dengan pengalaman belajar secara langsung, siswa diharapkan mampu memahami materi dengan lebih mendalam sekaligus terbiasa melakukan proses ilmiah melalui kegiatan mengamati, mencatat, menganalisis, dan menyimpulkan.

Melalui pembelajaran berbasis praktikum, MAN 5 Tasikmalaya terus berupaya menciptakan proses belajar yang aktif, kontekstual, dan memberikan pengalaman langsung kepada siswa.

Kategori
Berita guru Kegiatan OSIS Siswa

MAN 5 Tasikmalaya Terapkan Konsep Baru dalam LDKS OSIM 2026: Latihan Kepemimpinan Berdampingan dengan Kedisiplinan Kelas

TASIKMALAYA — Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN 5 Tasikmalaya sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) bagi calon pengurus baru periode 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada 5–9 Oktober 2026 ini tampil berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan mengusung konsep materi half-day (setengah hari) yang memadukan pelatihan kepemimpinan dan pembiasaan akademik secara seimbang.

Dalam konsep baru ini, para peserta mengikuti sesi pembekalan kepemimpinan, kedisiplinan, dan manajemen organisasi di pagi hari atau siang hari saja. Setelah itu, peserta tetap kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti biasa. Uniknya, selama berada di kelas, setiap peserta LDKS mendapatkan lembar lembar pemantauan khusus dari para guru mata pelajaran untuk menilai sejauh mana nilai-nilai kepemimpinan dan kedisiplinan LDKS dipraktikkan secara nyata dalam interaksi belajar sehari-hari.

Tanggapan dan Harapan Pimpinan Madrasah

Konsep inovatif ini mendapat apresiasi positif dari pihak pimpinan madrasah karena dinilai mampu membentuk karakter pemimpin yang unggul tanpa mengorbankan kewajiban akademis.

  • Kepala MAN 5 Tasikmalaya (Kamad):
    “Melalui konsep setengah hari ini, kami ingin menanamkan prinsip bahwa seorang pemimipin sejati adalah mereka yang mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab organisasi dan kewajiban belajar. Pemantauan langsung dari para guru di kelas menjadi tolok ukur nyata apakah nilai-nilai LDKS benar-benar terinternalisasi. Harapan kami, para pengurus OSIM terpilih kelak mampu menjadi teladan (role model) bagi seluruh siswa lainnya, baik dalam sikap, karakter, maupun prestasi belajar.”
  • Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan (Waka Kesiswaan):
    “Inovasi LDKS tahun ini kami rancang agar peserta terlatih dalam manajemen waktu dan memiliki ketahanan mental yang baik. Catatan pemantauan dari guru kelas menjadi bahan evaluasi holistik bagi panitia dalam menentukan kelayakan calon pengurus. Kami berharap kepengurusan OSIM periode ini melahirkan kader-kader yang tidak hanya aktif dan kreatif dalam berorganisasi, tetapi juga tetap disiplin dan berintegritas di dalam kelas.”

Evaluasi dan Keberlanjutan

Rangkaian kegiatan LDKS ditutup dengan sesi refleksi bersama berdasarkan catatan pemantauan guru dari tiap kelas. Langkah ini diharapkan dapat menjadi standar baru pembinaan kesiswaan di MAN 5 Tasikmalaya dalam melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang berkarakter, bertanggung jawab, dan berprestasi.

Kategori
Berita Ekstrakulikuler Kegiatan OSIS Siswa

Pertandingan Persahabatan MAN 5 Tasikmalaya dan SMAN 1 Bantarkalong, Pererat Silaturahmi dan Sportivitas

Tasikmalaya, 1 Oktober 2026 — MAN 5 Tasikmalaya menjadi tuan rumah dalam kegiatan pertandingan persahabatan bersama SMAN 1 Bantarkalong yang dilaksanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun semangat sportivitas antarpelajar.

Pertandingan berlangsung dengan penuh semangat dan antusias. Kedua tim menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas, kerja sama, disiplin, dan fair play selama pertandingan.

Pembina Futsal MAN 5 Tasikmalaya, Galih Sundara, S.Pd., menyampaikan bahwa pertandingan persahabatan tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para siswa untuk belajar dan berkembang.

“Pertandingan persahabatan seperti ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan, sekaligus belajar menjunjung tinggi sportivitas. Yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa bermain dengan semangat, disiplin, dan tetap menjaga silaturahmi,” ujar Galih Sundara, S.Pd.

Selain menjadi ajang untuk mengembangkan potensi dan bakat siswa di bidang olahraga, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan baik antara MAN 5 Tasikmalaya dan SMAN 1 Bantarkalong.

Melalui pertandingan persahabatan ini, kedua sekolah tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar untuk saling menghargai, membangun kebersamaan, dan menjadikan olahraga sebagai sarana positif dalam membentuk karakter generasi muda.

MAN 5 Tasikmalaya — Berprestasi, Berkarakter, dan Bersahabat.

Kategori
Berita Kegiatan OSIS Siswa

MAN 5 Tasikmalaya Ikuti Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026

TASIKMALAYA — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan Galdi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi para siswa kelas XII. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 12 hingga 15 Oktober 2026 ini, dilaksanakan di laboratorium komputer madrasah dengan menerapkan protokol ujian berbasis digital.

Gladi Bersih TKA ini dirancang untuk memperkenalkan format, pola soal, serta mekanisme pelaksanaan ujian berbasis komputer kepada para siswa sejak dini. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya terbiasa secara teknis dalam mengoperasikan sistem ujian, tetapi juga mampu mengukur sejauh mana kesiapan akademik dan penguasaan materi yang telah dipelajari.

Harapan Kepala Madrasah

Kepala MAN 5 Tasikmalaya menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat para siswa serta kesiapan seluruh panitia dan tim IT yang mengawal kelancaran pelaksanaan simulasi. Beliau mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini menjadi pijakan kuat bagi kesuksesan siswa di masa depan:

“Kami berharap simulasi ini dapat menjadi sarana evaluasi dan pemicu semangat belajar bagi para siswa. Melalui pelaksanaan simulasi TKA ini, siswa diharapkan makin percaya diri, mengenali potensi serta kelemahan akademiknya, dan mampu menyusun strategi belajar yang lebih efektif. Semoga seluruh siswa MAN 5 Tasikmalaya kelak meraih hasil terbaik dan sukses melanjutkan ke jenjang pendidikan yang diimpikan.”

Dengan adanya kegiatan simulasi ini, MAN 5 Tasikmalaya terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan dan mencetak lulusan yang unggul, cerdas, serta berdaya saing tinggi.

Kategori
guru pembiasaaan Siswa

Keputrian MAN 5 Tasikmalaya, Ruang Belajar Fikih, Akhlak, dan Akidah

Tasikmalaya — MAN 5 Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Keputrian sebagai salah satu wadah pembinaan keagamaan bagi siswi. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para siswi untuk memperdalam pemahaman keislaman sekaligus membangun karakter dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, materi yang disampaikan meliputi fikih, akhlak, dan akidah. Pembahasan dikemas secara komunikatif agar siswi dapat menghubungkan materi keagamaan dengan berbagai situasi yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Keputrian menghadirkan beberapa pemateri, yaitu Rosidah, S.Pd.I., Acep Sayid Muslim, S.Ag., M.Si., Pupu Tsamrotul F, S.Pd.I., Nisa Gina Sofiyanti, S.Pd.I., Firman Fitriyana, S.Sos., Saeful Millah, S.Pd.I., dan Abdul Wahid Herisman, S.Pd.I.

Melalui kegiatan ini, siswi tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga diarahkan untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam sikap, perilaku, dan interaksi sehari-hari.

Rosidah, S.Pd.I., salah satu pemateri kegiatan Keputrian, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan bagi siswi perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Keputrian bukan hanya tempat untuk menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi siswi untuk belajar, berdiskusi, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi muslimah yang memiliki akidah kuat, akhlak yang baik, serta memahami fikih dalam kehidupan sehari-hari.” — Rosidah, S.Pd.I.

Melalui kegiatan Keputrian, MAN 5 Tasikmalaya terus berupaya memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman, sehingga para siswi dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki landasan keagamaan yang kuat.

Kategori
akademik Berita guru Siswa

Mengenal Aktivitas Enzim melalui Praktikum Biologi

Tasikmalaya — Bagaimana sebenarnya enzim bekerja di dalam tubuh? Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Biologi siswa MAN 5 Tasikmalaya ketika mempelajari materi enzim dan metabolisme melalui kegiatan praktikum.

Pada kegiatan ini, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar dengan pendekatan eksperimen. Konsep mengenai enzim yang sebelumnya dipelajari melalui pembahasan di kelas kemudian dikaji melalui percobaan sehingga siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai aktivitas enzim.

Siswa melakukan praktikum secara berkelompok dengan mengikuti prosedur yang telah diberikan. Setiap kelompok melakukan percobaan, memperhatikan perubahan yang muncul selama proses berlangsung, serta mencatat hasil pengamatan. Data yang diperoleh kemudian menjadi bahan diskusi untuk mengetahui hubungan antara hasil percobaan dengan konsep kerja enzim.

Menariknya, kegiatan praktikum tidak hanya berfokus pada hasil akhir. Siswa juga belajar bagaimana melakukan pengamatan secara cermat, membandingkan hasil, mengemukakan pendapat, dan menyusun kesimpulan berdasarkan data yang mereka temukan sendiri.

Guru Biologi Dwi Retnawati, S.Pd.Si., mengatakan bahwa pengalaman melakukan percobaan secara langsung dapat membantu siswa membangun pemahaman yang lebih kuat terhadap materi.

“Saya ingin siswa memahami bahwa enzim bukan hanya istilah yang harus dihafalkan. Ketika mereka melakukan percobaan sendiri, mengamati prosesnya, lalu membahas mengapa suatu perubahan bisa terjadi, mereka akan lebih mudah memahami konsep dan mengingatnya.” — Dwi Retnawati, S.Pd.Si.

Pembelajaran melalui praktikum juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan proses sains. Mulai dari mengikuti prosedur, mengamati fenomena, mencatat data, berdiskusi, hingga menyampaikan kesimpulan menjadi bagian dari pengalaman belajar yang mereka jalani.

Melalui kegiatan tersebut, materi enzim dan metabolisme tidak hanya dipahami sebagai rangkaian konsep dalam buku pelajaran, tetapi menjadi pengetahuan yang dipelajari melalui pengalaman. Pembelajaran seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa sekaligus membuat proses belajar Biologi semakin menarik dan bermakna.

Kategori
akademik Berita guru Siswa

Belajar Rangkaian Resistor Lebih Interaktif melalui PhET Simulation

Tasikmalaya — Pembelajaran Fisika di MAN 5 Tasikmalaya terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual. Salah satunya melalui kegiatan pembelajaran materi rangkaian resistor dengan memanfaatkan aplikasi PhET Simulation.

Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, siswa tidak hanya mempelajari konsep rangkaian listrik secara teori, tetapi juga melakukan simulasi secara langsung menggunakan telepon seluler (HP). Dengan memanfaatkan PhET Simulation, siswa diminta membuat dan menguji rangkaian resistor seri dan paralel secara virtual.

Siswa secara mandiri maupun berkelompok menyusun komponen-komponen listrik pada simulasi, kemudian melakukan pengukuran kuat arus dan tegangan pada rangkaian yang telah dibuat. Hasil pengukuran tersebut selanjutnya diamati dan dibandingkan untuk memahami karakteristik masing-masing rangkaian.

Penggunaan simulasi digital memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan secara lebih fleksibel. Siswa dapat mencoba berbagai susunan rangkaian, mengubah nilai komponen, serta mengamati perubahan arus dan tegangan tanpa harus khawatir mengalami risiko seperti pada percobaan listrik secara langsung.

Guru Fisika Tina Nuraeni, S.Si., menyampaikan bahwa pemanfaatan PhET Simulation membantu siswa memahami konsep yang terkadang cukup abstrak jika hanya dijelaskan melalui teori.

“Dengan menggunakan PhET Simulation, siswa dapat langsung mencoba membuat rangkaian seri dan paralel melalui HP, kemudian mengukur arus dan tegangannya. Jadi, konsep yang dipelajari tidak hanya dibayangkan, tetapi dapat mereka lihat dan buktikan melalui simulasi.” — Tina Nuraeni, S.Si.

Kegiatan ini juga melatih siswa untuk berpikir kritis dan sistematis. Siswa tidak hanya dituntut untuk membuat rangkaian, tetapi juga mengamati hasil pengukuran, menemukan perbedaan antara rangkaian seri dan paralel, serta menghubungkan hasil simulasi dengan konsep dan hukum yang telah dipelajari.

Pemanfaatan PhET Simulation menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran di MAN 5 Tasikmalaya dalam mengintegrasikan teknologi dengan proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin aktif, mandiri, dan memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap konsep Fisika melalui pengalaman belajar yang dekat dengan teknologi yang mereka gunakan sehari-hari.

Kategori
Berita Siswa

Siswa MAN 5 Tasikmalaya Mengikuti Kegiatan Nonton Bersama Film G30S/PKI

Tasikmalaya — Dalam rangka menumbuhkan wawasan sejarah, semangat kebangsaan, serta sikap kritis terhadap berbagai peristiwa yang terjadi dalam perjalanan bangsa Indonesia, siswa MAN 5 Tasikmalaya mengikuti kegiatan nonton bersama film yang mengangkat peristiwa Gerakan 30 September (G30S).

Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa dengan didampingi oleh guru. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengenal salah satu bagian penting dalam sejarah Indonesia sekaligus memahami konteks peristiwa yang terjadi pada masa tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, siswa menyaksikan tayangan film dengan tertib dan penuh perhatian. Kegiatan nonton bersama tidak hanya menjadi sarana pembelajaran sejarah, tetapi juga diharapkan dapat menjadi momentum bagi siswa untuk membangun sikap kritis dalam menerima dan memahami informasi mengenai sejarah.

Guru pendamping juga mengarahkan siswa agar tidak hanya melihat tayangan sebagai sebuah tontonan, tetapi menjadikannya sebagai bahan untuk berdiskusi dan memperkaya pemahaman mengenai sejarah bangsa. Siswa didorong untuk mencari informasi dari berbagai sumber sejarah yang relevan sehingga dapat memahami suatu peristiwa secara lebih utuh.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Dengan memahami sejarah, siswa diharapkan dapat semakin menghargai perjuangan para pendahulu, menjaga persatuan, serta memiliki kesadaran untuk turut berkontribusi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui kegiatan pembelajaran yang dikemas secara kontekstual seperti ini, MAN 5 Tasikmalaya terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, sikap kritis, dan rasa cinta tanah air pada diri peserta didik.