
Tasikmalaya — Pembelajaran Fisika di MAN 5 Tasikmalaya terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual. Salah satunya melalui kegiatan pembelajaran materi rangkaian resistor dengan memanfaatkan aplikasi PhET Simulation.
Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, siswa tidak hanya mempelajari konsep rangkaian listrik secara teori, tetapi juga melakukan simulasi secara langsung menggunakan telepon seluler (HP). Dengan memanfaatkan PhET Simulation, siswa diminta membuat dan menguji rangkaian resistor seri dan paralel secara virtual.
Siswa secara mandiri maupun berkelompok menyusun komponen-komponen listrik pada simulasi, kemudian melakukan pengukuran kuat arus dan tegangan pada rangkaian yang telah dibuat. Hasil pengukuran tersebut selanjutnya diamati dan dibandingkan untuk memahami karakteristik masing-masing rangkaian.
Penggunaan simulasi digital memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan secara lebih fleksibel. Siswa dapat mencoba berbagai susunan rangkaian, mengubah nilai komponen, serta mengamati perubahan arus dan tegangan tanpa harus khawatir mengalami risiko seperti pada percobaan listrik secara langsung.
Guru Fisika Tina Nuraeni, S.Si., menyampaikan bahwa pemanfaatan PhET Simulation membantu siswa memahami konsep yang terkadang cukup abstrak jika hanya dijelaskan melalui teori.
“Dengan menggunakan PhET Simulation, siswa dapat langsung mencoba membuat rangkaian seri dan paralel melalui HP, kemudian mengukur arus dan tegangannya. Jadi, konsep yang dipelajari tidak hanya dibayangkan, tetapi dapat mereka lihat dan buktikan melalui simulasi.” — Tina Nuraeni, S.Si.
Kegiatan ini juga melatih siswa untuk berpikir kritis dan sistematis. Siswa tidak hanya dituntut untuk membuat rangkaian, tetapi juga mengamati hasil pengukuran, menemukan perbedaan antara rangkaian seri dan paralel, serta menghubungkan hasil simulasi dengan konsep dan hukum yang telah dipelajari.

Pemanfaatan PhET Simulation menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran di MAN 5 Tasikmalaya dalam mengintegrasikan teknologi dengan proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin aktif, mandiri, dan memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap konsep Fisika melalui pengalaman belajar yang dekat dengan teknologi yang mereka gunakan sehari-hari.
